Dapat Perlakuan Rasialis, Mesut Oezil Pensiun dari Timnas Jerman

Senin, 23 Juli 2018

author photo


Tanpa Kertas - Gelandang timnas Jerman, Mesut Oezil, memutuskan pensiun dari gelanggang internasional, Minggu (22/7/2018).

"Dengan berat hati dan melalui sejumlah pertimbangan, saya tak lagi mau mengenakan kostum timnas Jerman," kata Mesut Oezil dalam surat terbuka yang diunggah via media sosial pribadinya, Minggu (22/7/2018).

Sejumlah kekecewaan yang didapatkannya dalam beberapa bulan terakhir menjadi dasar putusan Oezil mundur dari sepak bola internasional. Hal paling disorot Oezil adalah sikap Presiden Federasi Sepak Bola Jerman (DFB), Reinhard Grindel.

"Setelah foto bersama Presiden (Recep Tayyip) Erdogan muncul, pelatih (timnas Jerman) Joachim Loew meminta saya memangkas waktu libur dan langsung ke Berlin untuk memberikan pernyataan soal kejadian tersebut," tulis Oezil.

Setelah foto tersebut, sejumlah politikus Jerman mempertanyakan loyalitas Mesut Oezil dan Ilkay Gundogan - yang juga berfoto bersama - terhadap nilai-nilai demokrasi. Apalagi,  Pemerintah Jerman kerap mengkritik kebijakan Erdogan.

Penampilan buruk timnas Jerman di Piala Dunia 2018 semakin membuat posisi Oezil terpojok. Performa labilnya membuat dia jadi kambing hitam kegagalan Jerman di fase grup, prestasi terburk negara tersebut sejak Piala Dunia 1938.

"Perlakuan dari DFB dan pihak lain telah membuat saya memutuskan untuk tidak lagi ingin berkostum timnas Jerman," tutur Oezil.

"Putusan ini sangat berat, tetapi saya mendapatkan perlakuan rasialis dan diskriminasi."

"Saya mengenakan kostum timnas Jerman karena kebanggaan dan antuasiasme, tetapi kini tidak lagi karena petinggi DFB tidak menghormati asal usul saya dari Turki dan malah mengaitkannya ke sisi politis."

"Saya tak mau diam saja. Bagaimanapun, rasialisme tak seharusnya ada dan tak bisa diterima," tulis Oezil dalam penutup surat terbukanya.

Mesut Oezil melakoni debut bersama timnas Jerman pada 2009. Hingga Piala Dunia 2018, telah tampil 92 kali dan mencetak 23 gol.

Pemain kelahiran 15 Oktober 1988 itu juga mempersembahkan trofi juara pada Piala Dunia 2014. Sebelumnya, dia juga berjasa mengantarkan timnas Jerman menjuarai Piala Eropa U-21 pada 2009.

Via kompas

your advertise here

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement