Awal Mula Friday 13TH

Sabtu, 08 September 2018

author photo
 

Tanpa Kertas - Friday the 13th terjadi ketika hari ke-13 pada bulan itu jatuh pada hari Jumat, yang dianggap sebagai hari sial bagi sebagian orang. Bahkan ada ketakutan akan hari Jumat tanggal 13 yang disebut Friggatriskaidekaphobia.

Sebenarnya tidak ada bukti nyata yang menyatakan dengan jelas mengapa Friday the 13th bisa dianggap hari yang ‘menakutkan’. Kembali pada kisah sejarah. Seorang komposer Italia bernama Gioachino Rossini dikisahkan menganggap Hari Jumat adalah hari yang tidak menyenangkan dan kebetulannya ia meninggal pada tanggal di Hari Jumat, 13 November.

Ada beberapa teori-teori yang mengatakan asal-usul mengapa Friday the 13th ini dianggap hari yang penuh kesialan. Salah satunya adalah takhayul angka 13 yang dianggap sial. Mengapa? Karena setahun memiliki 12 bulan, begitupula menurut legenda Yunani kuno terdapat 12 dewa besar, dan dalam Alkitab ada 12 rasul. Angka 12 dianggap kelengkapan. Sedangkan 13 membuat kelengkapan ini jadi hancur

angka 13 dan Jumat sudah memiliki berbagai asal-usul yang tak baik, terutama jika dihubungkan dengan kalender dan agama. Ini dikaitkan dengan teori awal yang begitu populer mengapa Jumat dianggap sebagai hari jahat dari kaum Kristen. Sebab, menurut tradisi yang ada, Jumat dianggap sebagai hari di mana Hawa memberi Adam sebuah apel dan mereka pun diusir dari Taman Eden.

Hal ini masih ditambah dengan pembahasan soal lukisan terkenal dari Leonardo Da Vinci “The Last Supper – Perjamuan Terakhir”. Dalam lukisan tersebut, digambarkan adegan sebelum penyaliban Yesus bersama 12 muridnya saat makan malam. Pada saat itu memang terdapat 13 orang di meja makan. Oleh sebab itulah kemudian angka 13 jadi dianggap sial atau berkaitan dengan bencana. Dan Kuil Salomo juga dikatakan hancur pada Jumat, dan Yesus secara tradisional dianggap disalib pada Jumat.

Teori lain mengatakan, Jumat sebagai hari sial berasal dari nama 'Friday' dalam mitologi Nordik yang berati dewi Frigg.

Ia adalah pemimpin para dewi, dewi cinta, kecantikan, kasih sayang, dan kesuburan.

Bagaimanapun juga, sejak legenda menyebar sampai kini telah membuktikan beberapa kemungkinan yang tidak mampu dijelaskan oleh ilmu pengetahuan modern. Dan hingga abad ke 17 mitos ini berkembang dan menyebar keseluruh Eropa
your advertise here

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement